Kaukusnews.id, Makassar — Ikatan Wanita Perbankan (Iwaba) Sulawesi Selatan menggelar rangkaian kegiatan menyambut Hari Ibu 2025. Berlangsung sejak 2 hingga 4 Desember 2025, kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus, anggota, serta komunitas perempuan pekerja sektor informal. Makassar, Kamis (4/12/25).
Rangkaian acara dimulai pada 2 Desember 2025, ditandai dengan sesi foto bersama seluruh pengurus dan anggota Iwaba Sulsel gabungan dari beberapa bank mengenakan Baju Bodo di Balla Lompoa, Gowa. Aksi ini menjadi simbol pelestarian budaya serta penghormatan terhadap peran perempuan Bugis-Makassar.
Usai sesi foto, rombongan melanjutkan agenda dengan berkunjung ke Galeri Dekranasda Kota Makassar. Momen ini diisi dengan prosesi penyerahan cenderamata dari Ibu Walikota Makassar, Melinda Aksa, kepada Ketua Iwaba Sulsel, Ibu Maya Rizky. Kunjungan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Iwaba dan Dekranasda dalam mendukung produk UMKM lokal, khususnya karya perempuan perajin.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung pada 4 Desember 2025, berupa bakti sosial kepada 50 pengemudi ojek online perempuan yang tergabung dalam komunitas Srikandi Ojol. Iwaba Sulsel mengajak anggota Srikandi Ojol untuk silaturahmi makan siang, sekaligus memberikan bantuan tunai kepada mereka.
Ketua Iwaba Sulsel, Ibu Maya Rizky, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini dirancang untuk memberikan makna mendalam bagi perempuan dari berbagai latar belakang.
“Hari Ibu tidak hanya tentang merayakan sosok ibu di rumah, tetapi juga menghargai semua perempuan yang berjuang setiap hari di berbagai sektor. Melalui rangkaian kegiatan ini, kami ingin memberikan dukungan budaya, moral, dan sosial kepada sesama perempuan di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Perwakilan Srikandi Ojol, Ibu Mila menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Iwaba Sulsel.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Tidak hanya materi, tetapi juga dukungan moral yang menjadi penyemangat untuk terus bekerja dan menghidupi keluarga,” katanya.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan komitmen Iwaba Sulsel untuk terus berperan aktif dalam pemberdayaan perempuan dan pengabdian sosial, sembari melestarikan nilai budaya lokal. (*)








