Fraksi Mulia DPRD Makassar Minta Penundaan Lelang Fisik hingga Wali Kota Terpilih Dilantik

- Editor

Minggu, 19 Januari 2025 - 18:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kaukusnews.id, MAKASSAR – Fraksi Partai Mulia (gabungan Demokrat dan Hanura) DPRD Kota Makassar meminta agar seluruh perangkat daerah menunda pelaksanaan lelang proyek fisik tahun 2025. Mereka menilai, proyek fisik sebaiknya dilaksanakan setelah pelantikan wali kota terpilih periode 2025–2030 agar sejalan dengan visi dan misi kepemimpinan yang baru.

Ketua Fraksi Mulia DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad, mengatakan bahwa program-program pembangunan harus selaras dengan arah kebijakan wali kota terpilih.

“Jangan terburu-buru. Tunda dulu lelang kegiatan fisik 2025 sampai Wali Kota terpilih resmi dilantik. Ini sejalan dengan imbauan Presiden Prabowo,” ujar Ray, Minggu (19/1/2025).

Instruksi Presiden Prabowo Subianto tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, tertanggal 11 Desember 2024. Surat tersebut berisi delapan poin penting, salah satunya (poin kedelapan) menginstruksikan kepala daerah untuk menunda proses pengadaan barang dan jasa yang didanai dari Transfer ke Daerah sampai adanya peraturan resmi dari Menteri Keuangan.

Baca Juga :  Program Kunjungan Dapil di DPRD Makassar Dihapus

“Tujuannya agar transisi pemerintahan dapat berjalan maksimal dan efektivitas program pembangunan lebih terjamin untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas,” lanjut legislator Demokrat tersebut.

Senada, Anggota DPRD Makassar dari Partai Hanura yang juga Bendahara Fraksi Mulia, Muchlis Misbah, turut mendukung langkah ini. Ia menegaskan pentingnya menghormati proses transisi pemerintahan demi kesinambungan pembangunan yang terarah.

Baca Juga :  Reses Ketiga, Wakil Ketua DPRD Makassar Eric Horas Serap Aspirasi Warga Kecamatan Ujung Pandang

Menurutnya, pelaksanaan proyek fisik sebelum pelantikan kepala daerah baru berpotensi menyebabkan tumpang tindih kebijakan dan inefisiensi anggaran.

“Iya, jangan dilelang dulu kegiatan fisik sampai Wali Kota terpilih dilantik. Biarkan Wali Kota baru menentukan arah pembangunan Makassar ke depan. Ini supaya program yang dijalankan benar-benar mencerminkan visi pemimpin baru,” tegas Muchlis, yang juga merupakan anggota Komisi D DPRD Makassar.

Penundaan lelang ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi pemerintahan baru untuk menyusun strategi pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, demi masa depan Kota Makassar yang lebih baik. (*/adv)

Berita Terkait

Komite IV DPD RI Awasi Efektivitas DAK/DAU di Sulawesi Selatan
Menag Sampaikan Duka Presiden untuk Korban Pembakaran DPRD Makassar
DPRD Makassar Sahkan Perubahan KUA-PPAS 2025, Fokus ke Pelayanan Publik
DPRD Makassar Dorong Perbaikan Armada Sampah dan Fasilitas Kelurahan
DPRD Makassar Bahas Aturan Baru Parkir dan Transportasi
DPRD Makassar Soroti Infrastruktur, Banjir, dan Rencana PLTSa
DPRD Makassar Dorong Perda Penataan Kabel Optik
DPRD Makassar Desak Disdik Tegas Soal Distribusi Seragam Gratis

Berita Terkait

Senin, 22 September 2025 - 17:55 WITA

Komite IV DPD RI Awasi Efektivitas DAK/DAU di Sulawesi Selatan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 10:02 WITA

Menag Sampaikan Duka Presiden untuk Korban Pembakaran DPRD Makassar

Jumat, 22 Agustus 2025 - 15:48 WITA

DPRD Makassar Sahkan Perubahan KUA-PPAS 2025, Fokus ke Pelayanan Publik

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:45 WITA

DPRD Makassar Dorong Perbaikan Armada Sampah dan Fasilitas Kelurahan

Jumat, 15 Agustus 2025 - 16:41 WITA

DPRD Makassar Bahas Aturan Baru Parkir dan Transportasi

Berita Terbaru