Aliansi KERAMAT Kembali Mengguncang Makassar: Tolak Kehadiran Menteri Kehutanan dan Jokowi di Sulsel

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kaukusnews.id, Makassar — Aliansi KERAMAT kembali mengguncang ruang publik Sulawesi Selatan dengan menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Hotel Claro, Makassar, Kamis (29/01/26).

Aksi ini dipimpin langsung oleh Rull selaku jenderal lapangan, momentum strategis atas kehadiran Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, serta mencuatnya wacana kedatangan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ke Sulawesi Selatan.

Aksi berlangsung panas dan penuh perlawanan. Massa aksi melakukan pembakaran ban dan membentangkan spanduk bernada penolakan keras bertuliskan “Menolak Kedatangan Menteri Kehutanan dan Jokowi di Sulawesi Selatan.” Aksi ini menjadi simbol kemarahan rakyat atas kerusakan hutan, pembiaran penambangan liar, serta krisis keadilan hukum yang dinilai terus dibiarkan negara.

Jenderal lapangan aksi, Rull, menegaskan bahwa unjuk rasa yang digelar untuk kedua kalinya di titik yang sama bukanlah aksi seremonial, melainkan peringatan terbuka kepada negara dan pejabat publik yang dinilai abai terhadap penderitaan rakyat dan kehancuran lingkungan.

“Ini bukan aksi main-main. Ini adalah akumulasi kemarahan rakyat. Menteri Kehutanan datang ke Sulsel, tapi tidak berani menemui rakyat untuk berdialog membahas terkait maraknya perampasan ruang hidup dan alam dieksploitasi atas nama pembangunan. Ini bentuk pelecehan terhadap aspirasi publik,” tegas Rull dalam orasinya.

Baca Juga :  Komite III DPD RI Apresiasi SPMB Sulsel 2025, Dorong Jadi Rujukan Nasional

Rull juga menyoroti wacana kedatangan Joko Widodo ke Sulawesi Selatan. Menurutnya, Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI tidak bisa lepas tangan dari berbagai persoalan besar yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan hukum di mata publik.

Sebelumnya diketahui, Aliansi KERAMAT telah menggelar aksi unjuk rasa pertama pada 28 Januari 2026 di lokasi yang sama. Namun hingga aksi jilid II kembali digelar, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni tak kunjung hadir menemui massa, mempertegas kesan anti-kritik dan abai terhadap suara rakyat.

Selain isu kehutanan, Aliansi KERAMAT secara terbuka menyoroti dugaan keterlibatan Joko Widodo dalam sejumlah kasus dugaan korupsi besar, di antaranya dugaan korupsi impor minyak dan dugaan korupsi kuota haji. Tudingan ini disampaikan sebagai bentuk desakan moral dan politik agar penegakan hukum tidak tebang pilih dan tidak tunduk pada kekuasaan.

Rull menegaskan bahwa gelombang perlawanan ini tidak akan berhenti. Aksi unjuk rasa akan terus dilakukan hingga Menteri Kehutanan hadir langsung di hadapan massa aksi dan negara memberikan jawaban konkret atas tuntutan rakyat.

Baca Juga :  Sambungtangan dan Yayasan Sipakatau Anak Harapan Berbagi di Rumah YKAI Makassar

Dalam aksi tersebut, Aliansi KERAMAT menyampaikan tuntutan tegas sebagai berikut:

  1. Copot Menteri Kehutanan Republik Indonesia, karena diduga gagal menjaga hutan Indonesia dan membiarkan kerusakan ekologis terus terjadi
  2. Usut tuntas pembabatan hutan dan penambangan liar di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan yang diduga ilegal dan merugikan rakyat.
  3. Hentikan seluruh aktivitas perusakan lingkungan dan ekologi yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.
  4. Desak KPK RI untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan Joko Widodo dalam dugaan korupsi kuota haji.
  5. Usut tuntas dugaan keterlibatan Joko Widodo dalam kasus dugaan korupsi impor minyak tanpa pandang bulu.

Aliansi KERAMAT menegaskan sikapnya akan terus berada di garis depan perlawanan rakyat. Jika negara memilih diam dan pejabat terus menghindar, maka suara jalanan akan menjadi pengingat bahwa kekuasaan tidak kebal kritik dan hukum harus ditegakkan tanpa pengecualian.(*)

 

Berita Terkait

Ini Panggung Perlawanan! Aliansi Keramat Pastikan Aksi Berlanjut Selama Kongres PSI di Makassar
Terpilih Aklamasi, Ilham Arief Sirajuddin Resmi Pimpin PORDI Sulsel 2026–2029
Fitri Akan Tampil Malam Ini di Gerbang 8 KDI 2025, Wakili Makassar dan Sulawesi Selatan
ALIANSI-KERAMAT Kepung PT. MU F dan PT. JBA Makassar, Tuding Penarikan Kendaraan Paksa Melawan Putusan MK
Korkom UMI Sukses Gelar TOT NDP, Perkuat Kaderisasi HMI Cabang Makassar
Resmi Dilantik, Cabang Baru Pemuda Muhammadiyah Terbentuk di Kota Makassar
Diduga Ilegal Mining : Garis Indonesia Desak Polda Sulsel untuk Menutup Aktivitas Pertambangan PT GAC
Keuskupan Agung Makassar Rayakan Hari Disabilitas Internasional, Tegaskan Komitmen Inklusi dan Kesetaraan

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:37 WITA

Aliansi KERAMAT Kembali Mengguncang Makassar: Tolak Kehadiran Menteri Kehutanan dan Jokowi di Sulsel

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:20 WITA

Ini Panggung Perlawanan! Aliansi Keramat Pastikan Aksi Berlanjut Selama Kongres PSI di Makassar

Kamis, 22 Januari 2026 - 00:03 WITA

Terpilih Aklamasi, Ilham Arief Sirajuddin Resmi Pimpin PORDI Sulsel 2026–2029

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:55 WITA

Fitri Akan Tampil Malam Ini di Gerbang 8 KDI 2025, Wakili Makassar dan Sulawesi Selatan

Minggu, 21 Desember 2025 - 18:17 WITA

Korkom UMI Sukses Gelar TOT NDP, Perkuat Kaderisasi HMI Cabang Makassar

Berita Terbaru